Rabu, 25 November 2009

PSD (Purple Solidarity Day)
(menuju keluarga mairo 1)

Assalamualaikum..

Hari minggu kemarin ini saya habis ikut bina akrab atau sekarang namanya diganti PATO (Pengkaderan Awal Tingkat Ormaju) ini adalah tahap kedua setelah ospek yang namanya TRADE 09 (Tahap Orientasi Awal Kader Ekonomi ‘09) untuk menjadi ‘kema’ (keluarga mahasiswa). Tapi saya lebih suka menyebut kema sebagai ‘keluarga mairo’ hehehe... karena di logonya akuntansi itu ada gambar ikan maironya, kata senior filosofinya (ciehh) mairo itu selalu bersama klo kemana-mana perciss kayak anak akuntansi katanya suka berkumpul bersama-sama.

Nah sebelum ikut di PATO ini ada banyak kegiatan pengantar yg menguras uang, tenaga, daya, keringat dan cucuran air mata yang harus diikuti (halah). Salah satunya itu PSD-Purple Solidarity Day (hhe.. kayaknya ini bakal jadi postingan bersambung, saya mau cerita semuanya satu per satuuuuu >.<). Pas awal-awal dengar judul kegiatannya, saya sangat-sangat bersemangat mau ikut PSD (baca judulnya yang Solidarity itu benar-benar bikin semangat mau ikut), lahh waktu hari H nya acara ini ternyata benar-benar menyiksa. Serius. Bayangan pertamaku tentang PSD yang akan seperti acara bazaar yang banyak stand-stand nya trus kita bisa sepuasnya ngeliat-liat (liat aja g beli) ternyata berbeda saudara-saudara! Justru hari itu, saya merasa sudah hampir mati. Ini karena tiga hal. Pertama : Acara PSD dibuka dengan lari pagi keliing unhas, oke saya ulang KELILING UNHAS!!! (maksudku, tolong bayangkan letak ekonomi yang ada di ujung pintu dua Unhas, dan kami berlari mengelilingi kampus hingga hampir sampai pintu satu Unhas, trus mutar melewati gedung rektorat sampai kembali ke fakultas. Ini jauhnya hampir sama dengan satu kompleks perumahanku). Hwuiihh, padahal waktu lari saya ada di barisan depan tp pas setengah jalan saya sudah ada di barisan belakang. Emm… masalah sebenarnya bukan pada lari teman, tapi jaraknya itu yang terlalu jauuuuuhhhhh yang bikin jantung rasanya tinggal disentuh sedikit sudah jatuh, ini jadi penderitaan yang pertama. Kedua: Setelah jogging selesai, acara selanjutnya itu main futsal buat yang cowok dan lomba mading buat yang cewek. Untuk lomba mading, kelompokku sudah ada persiapan dari kemarinnya jadi pas lomba nanti sterofoamnya tinggal di hias-hias. Tema mading yang diberikan itu “Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2”, kelompokku tinggal kurang gambar om SBY sama om Boed (sok akrab) nya jadi saya sama teman ijin keluar di senior buat nge print gambar. Setelah sampe di tempat print yg g jauh dari kampus, ternyata eh ternyata kami menemukan bahwa fd temanku ini memiliki sangat banyak virus!!! Ohh, sempurna. Kami terpaksa menunggu fd ini dihabisi virusnya oleh Smadav. Beberapa menit berlalu, virus sudah lewat, tinggal ambil gambar untuk dprint. Nah pass si mbaknya mau print, tiba-tiba lampu mati, OMJ!! (Ooo Mas Jokooo :pp) . Padahal perginya siang-siang bolong panas matahari menyengat T.T , ini adalah penderitaan yang kedua. Kami kemudian buru-buru kembali k kampus, soalnya waktu lombanya cuma satu jam. Gambarnya terpaksa di buat sendiri seadanya. Ketiga: Hp saya bunyi, ada telpon dari rumah. Kakak spupu bilang kalo td pagi pas saya sudah k kampus ponakan ku datang minta krayonnya yg kemarin saya pinjam buat bikin bahan-bahan mading. Katanya dia mau ikut lomba menggambar, (haduhh maapkan saya^^” ). Padahal krayonnya itu saya bawa k kampus, ini adalah penderitaan yang ketiga. Saya benar-benar merasa tidak enak sm ponakan ku itu..…

Selesai lomba Mading dan Futsal ada Medical check up. Waktu dokternya nanya-nanya saya cuma jawab ‘tidak’ atau ‘ahh tidak pernah’ atau ‘eemm kayaknya tidak dok’ . . . Dapat dipastikan, bahkan oleh saya sendiri bahwa saya ini ternyata selama ini baik-baik saja. Sudah itu ada debat tematik kemudian pengumuman juara lomba Mading. Dan kelompokku mendapat juara II. Hehehe… senang juga, padahal madingnya kelompokku asal-asalan. Tapi penghargaan ini saya persembahkan (wiiii bahasanya e..) buat ponakanku yg tidak jadi ikut lomba menggambar karena krayonnya saya ambil dan semoga yang memberi penilaian itu bisa cepat sadarrr. Amin.

PSD berakhir dengan rasa lelah, tapi hati senang. Bukan karena dapat juara dua, atau perasaan ingin mati karena padatnya kegiatan. Tapi karena ada semakin banyak teman yang saya kenal pada tahap ini, ada lelucon-lelucon baru, dan jalan menuju ‘keluarga mairo’ sudah dekat. Hehehe.. kalau menghitung waktunya sebenarnya masih lama, tapi kalo yg dihitung tahapnya maka sudah tidak lama lagi.
(postingan PATOnya menunggu dulu yak, ehe lagi" g sempat soalnya... ^_^")

Sabtu, 31 Oktober 2009

kisah kucing (lagi..)

Assalamu alaikum

Baru-baru ini saya kehilangan seorang teman, http://www.emocutez.com , teman main saya kalo di rumah, pulang sekolah, begadang kerja tugas, dan menonton. Dia itu adalah anak kucing sayaaaaaaa!!!! .
Heh,, pasti bingung kan kenapa tiba-tiba ada anak kucing padahal saya cuma punya satu kucing besar. Maka postingan ini adalah cerita akhir tanpa permulaan. Langsung saja, singkat cerita sikube itu hamil trus punya anak dua, yang pertama warna bulunya persis kayak emaknya (putih, orange, hitam) yang satunya dua warna (putih, orange).

Lahh, karena anaknya sikube cuma dua, saya menyimpulkan bahwa kayaknya dia sudah ikut di program KBK (keluarga Berencana Kucing, semboyannya: DUA ANAK CUKUP!!). Anaknya yg tiga warna itu meninggal, sisalah yang satu itu (yg dua warna). Si anak kucing ini lucu sekali kalo diajak main-main, suka lari-lari keliling rumah, kalo sudah capek dia ke sudut-sudut rumah trus duduk trus nyoosssss pipis lah dia disitu =_=”. Mama suka marah” kalo baru pulang kantor langsung cium bau kucing, tapi selain itu dia itu lucu sekaliiiiii (catat, berapa kali saya mengetik kata lucu?), dia suka main-main di bawah kaki, lyat bayangannya di cermin sambil ketuk-ketuk kaca cerminnya. Sayangnya, acingku (singkat: anak kucing) sudah tdk ada TT_TT . Kayaknya dia keracunan makanan waktu malam sebelum mamaku berangkat haji--hoho.. inipun salah satu cerita yang tidak sempat saya tulis, tapi marilah teman kita kesampingkan dulu bagian yang penting untuk menceritakan hal yang kurang penting :D). Kembali lagi ke acing, paginya dia duduk menelungkup (ehm… dari dulu kucing memang mmenelungup yak) dari pagi sampe sore acing duduk terus. Kalo disentuh sedikit pasti bersuara kayak orang mau muntah, besok paginya lagi acing muntah-muntah di seluruh rumah, jadi saya taruh dia di luar. Nahh sorenya pas pulang kuliah kakak sepupong datang kasih tau kalo dia habis buang anak kucing yang warnanya putih orange. Berdasarkan hasil otopsi (padahal cuma nanya satu kali saja..) maka terbukti kalo itu memang acing http://www.emocutez.com .

“Ohh acing, semoga kau bisa tenang disana dan tidak sembarang pipis lagi, maapkan saya kalo malas kasih kamu makanan :P, ehehehe…” .

Foto-foto acing:


lagi main di kantongan






trus emaknya datang, pengen ikut main kayaknya..




dan entah kenapa, kantongannya jadi nyangkut di badannya emak kucing, hahahaha...

 
Template by suckmylolly.com - background image by elmer.0